MKSNOW, Makassar – Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar Arqam Azikin menilai kemarahan Gubernur Nurdin Abdullah pada Pj Wali Kota Iqbal Suhaeb, karena tidak hadir di rapat persiapan penyelenggaraan Hari Anak Nasional, Senin kemarin (8/7), tidak sejalan dengan etika politik pemerintahan.

“Gubernur NA tidak perlu memperlihatkan rasa berangnya yang berlebihan pada peserta rapat, publik semakin heran pada NA beberapa bulan terakhir ini terlalu sering marah yang cari perhatian, dalam konteks komunikasi pembangunan itu tidak tepat, tidak perlu sering menyebar ancaman pada bawahannya,” ujar Arqam yang berbincang dengan MKSNOW, Selasa (9/7).

Arqam menyarankan, sebelum aksi marah ditunjukkan ke publik atau awak media, seharusnya NA melakukan kroscek alasan ketidakhadiran Iqbal di rapat tersebut.

“Ternyata Iqbal masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Makassar bertepatan dengan rapat yang dipimpin NA di kantornya,” tambah Arqam. 

Arqam menuturkan pola komunikasi publik dan cara menyelesaikan problem seorang kepala daerah, sebaiknya memahami bahwa jabatan gubernur dan wali kota bukanlah milik personalnya, tapi akan menjadi pengawasan masyarakat secara sosial politik. 

“Dimensi komunikasi politik Gubernur NA lebih tepatnya dievaluasi, agar selama memimpin aparaturnya di Pemprov tidak menimbulkan ketegangan yang kurang baik sebagai orang nomor satu di Sulsel,” pungkas Arqam.